Adek Untuk si Kecil

2009-07-22

Apa yang harus dilakukan bila pasangan ingin punya anak lagi, sementara Anda belum siap? Sebetulnya, kapan dan berapa jarak yang pas antara anak pertama dan berikutnya? Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang sulit dan tak ada yang dapat menjawab dengan pasti. Pertanyaan ini bahkan lebih sulit ketimbang saat pertama kali memutuskan punya anak. Pasalnya, keputusan untuk tambah anak tak saja menyangkut masalah "punya anak", tetapi lebih merupakan sebuah perubahan dalam keluarga. Dengan menambah anak, maka gaya hidup, keuangan, pekerjaan, hubungan kekeluargaan, dan tentu saja hubungan Anda dengan anak yang sudah ada, akan berbeda. Sering, bukan, kita dengar orang-orang berkomentar, "Tambah satu anak berarti pekerjaan ayah dan ibu jadi dua kali lipat."

Nah, berikut ini sejumlah pertanyaan yang biasanya muncul saat Anda dan pasangan mulai berpikir tentang menambah anggota keluarga. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat Anda sebelum membuat keputusan.
Kapan waktu yang tepat?
Bagi kebanyakan orang, keputusan menambah anak lebih disebabkan oleh faktor waktu, yaitu kapan waktu yang tepat. Pertanyaannya adalah: Apakah sebaiknya langsung menambah anak sesudah anak pertama sehingga mereka dapat bermain bersama, sementara Anda sendiri tak perlu repot-repot mengurus anak kecil lagi? Atau justru membuat jarak tertentu untuk kehamilan berikutnya?

Sebuah penelitian menunjukkan, jarak ideal dari satu anak ke anak berikutnya berkisar antara dua sampai tiga tahun.

Berikut hasil penelitian tentang jarak usia anak:
* Menunggu sampai 18 -23 bulan untuk hamil lagi sesudah melahirkan merupakan waktu yang tepat bagi kesehatan bayi yang dikandung. Hamil kurang dari enam bulan sesudah melahirkan dapat menyebabkan kelahiran prematur (40 persen) atau si bayi kekurangan berat badan. Sementara kehamilan dengan jarak 10 tahun sesudah melahirkan mempunyai risiko dua kali lipat pada masa pra-kelahiran.

* Kelahiran dengan jarak 24 sampai 35 bulan juga ideal. Bila kurang dari jarak tersebut, biasanya mempunyai risiko bayi lahir dengan berat badan kurang. Ingat,ibu pun butuh waktu untuk pulih dari stres dan kekurangan gizi sesudah kehamilan terdahulu.

* Usia anak pertama berusia di bawah satu tahun atau di atas empat tahun merupakan waktu yang tepat untuk mempunyai anak lagi. Ini didasarkan pada hubungan kakak-beradik dengan orang tuanya, persaingan saudara sekandung, dan rasa percaya diri mereka.

Anak-anak di bawah setahun belum merasakan status istimewa yang mereka miliki, sementara anak di atas empat tahun sudah cukup puas menikmati perhatian dari ayah-ibunya. Ditambah lagi, mereka sudah mempunyai kesibukan sendiri.


Berbagai pertimbangan
Tidak ada ilmu pengetahuan yang dapat mendikte, apa yang harus kita lakukan bila menyangkut masalah cinta dan keinginan. Di bawah ini beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda mengambil keputusan.

- Berapa usia anak Anda sekarang?
Dalam hal ini, tidak ada jawaban yang salah atau benar meskipun sebaiknya Anda menunda kehamilan berikutnya bila si kecil masih di bawah 6 bulan. Banyak yang beranggapan, semakin bertambah usia seorang anak, semakin baik. Dengan demikian, mereka punya waktu banyak bersama Anda, mereka juga dapat mengerti bila diajak membicarakan kehadiran adik lagi.


Ada juga yang beanggapan, anak dengan beda usia yang tidak terlalu jauh justru akan menjadi teman bermain yang mengasyikkan. Sementara, Anda sendiri tak perlu repot-repot mengurus anak kecil lagi.

- Bagaimana kehadiran anak mengubah gaya hidup Anda?
Apakah Anda sudah mapan dengan kehidupan rutin bersama anak-anak yang lain? Apakah Anda mempunyai cara perawatan anak yang baik? Apakah seisi rumah bisa tidur malam dengan tenang? Apakah Anda dan pasangan punya cukup waktu untuk berdua? Apakah Anda kembali bekerja dan menikmatinya?

- Bagaimana kondisi keuangan Anda?
Memang betul, uang bukanlah segala-galanya tetapi kita harus menyadari, untuk membesarkan anak-anak kita memerlukan uang. Jadi, perhitungkan uang yang diperlukan bagi setiap anak untuk kebutuhan sehari-harinya.

Anda harus mempertimbangkan pendapatan. Buat kalkulasi yang jelas, sesuaikan dengan gaji Anda. Banyak ibu yang susah untuk tetap terus bekerja sesudah melahirkan anak kedua ataupun ketiga. Nah, sanggupkah Anda, bila diharuskan, berhenti bekerja? Atau, sanggupkah Anda membayar baby sitter bila Anda tetap ingin bekerja?

- Berapa usia Anda?
Faktor usia merupakan faktor penting. Terutama bagi wanita. Bila Anda berusia 38 tahun dan masih menginginkan dua anak lagi, Anda tak bisa hamil dengan jarak usia tiga tahun antara anak yang satu dan yang lainnya. Bila Anda di bawah 30 tahun dan tidak punya masalah kesehatan yang membahayakan kehamilan, Anda masih punya kesempatan untuk mengatur waktu.

Banyak wanita yang masih dapat hamil di usia awal 40-an, tetapi kesuburan rata-rata menurun secara drastis saat mencapai usia 35. Bicarakan masalah usia dengan pasangan. Banyak pasangan yang sudah mempertimbangkannya sejak awal, di usia berapa mereka akan mempunyai anak terakhir.

- Apakah Anda dan pasangan setuju?
Kadang-kadang, hanya salah satu yang siap, sementara pasangannya tidak siap. Tidak mudah, memang, untuk selalu seiring dan sejalan. Langkah pertama yang perlu adalah membicarakan perbedaan di antara Anda dan pasangan.

Diskusikan sudut pandang Anda berdua. Bisa saja, pada saat itu tidak ada keputusan, tetapi paling tidak, masing-masing pasangan akan mengerti apa yang dikehendaki pasangannya. Bila perlu, konsultasi dengan dokter atau orang yang lebih berpengalaman.

- Apa kata hati Anda?
Tentu saja, Anda dapat membaca sederetan aturan-aturan dan definisi mengenai sisi positif dan negatif, namun yang paling penting adalah keputusan yang diambil yang sesuai dengan hati nurani Anda. Ikuti kata hati. Bila Anda menginginkan anak dan begitu pula pasangan, mungkin kehidupan Anda akan berubah.

Source : BKKBN

0 comments:

Poskan Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda

Best Regards


(Innez Intan Pasha)

My Awards

Sobat mama

Blogroll Sobat

Tukeran Banner

mamaraihand

copy HTML dibawah ini
<div align="center"><a href="http://www.mamaraihand.blogspot.com" target="_blank"><img border="0" alt="mamaraihand" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv85/ikansepat3/mamaraihand.gif"/></ a></div>